Venus' Chamber


Welcome to a chamber filled with vanity, love, poetry and lust. Made by an introverted geek called Prilidanti. I'm a Libra, that's why i call myself Venus.

Meniru Hawa.

Menunggu. Proses yang sedang saya coba untuk nikmati belakangan ini. Sungguh saya salut kepada orang yang memiliki kesabaran untuk menunggu, karena saya akui menunggu itu sungguh membutuhkan kesabaran ekstra dan saya sedang belajar untuk bisa menunggu dengan ikhlas dan sabar.

Tidak munafik, ada kalanya ketika saya benar-benar lelah untuk menunggu. Ego saya berkata bahwa menunggu itu seperti berjudi. Kamu tidak tahu sampai kapan kamu akan berjudi, kamu tidak tahu berapa kerugian atau keuntungan yang akan kamu peroleh dan kamu tidak tau akan se-melarat apa kamu nanti. Akan tetapi, sebagai proses hidup, saya lebih memilih untuk melakukan kesalahan daripada tidak melakukan apa-apa. Setidaknya, kalau saya salah, saya pasti belajar.

Ada kalanya pula saya ingin cepat-cepat melihat hasil, saya tidak sabar. Saya kemudian berpikir, akankah hasilnya akan buruk ketika kita memaksa matang suatu kue? Hasilnya pasti tidak maksimal, bukan? Ketika kue dipanggang, temperatur dan waktunya harus pas, tidak kurang dan lebih. Ketika kue dipanggang di dalam oven yang kita lakukan lalu apa? Tentu saja menunggu dengan sabar.

Lagipula saya yakin, ketika Hawa terpisah dari Adam di Bumi, tentu mereka saling mencari satu sama lain. Mereka pasti berusaha keras untuk bertemu, tetapi saya yakin mereka pasti mencoba untuk tetap pasrah dan ikhlas. Mereka menyerahkan hasil proses usaha mereka kepadaNya. Mereka memasrahkan kebahagiaan hati mereka padaNya.

Lalu, akhirnya Hawa dan Adam pun bertemu tepat pada waktunya, tanpa diburu-buru, sesuai alurnya. Happily ever after.

Jadi, ya, sekarang saya mencoba menikmati proses menunggu kamu sambil berkata “Ya Allah, saya pasrahkan dan saya ikhlaskan kepadamu kebahagiaan hatiku ini.”

Kalau kata Sitok Srengenge, aku ini sedang meniru Hawa, mengidam Adam.

Jaga diri baik-baik ya, Adamku. Jangan nakal. :)